Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bertolak ke Nusa Tenggara Barat (NTB)

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Nusa Tenggara Barat. Ia pun mengunjungi para korban gempa dan meninjau langsung penanganan bencana gempa disana.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau beberapa lokasi dan posko bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebelum istirahat, Jokowi memimpin rapat terbatas di tenda pengungsian dan memberikan arahan.

Informasi yang disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, rapat terbatas tersebut digelar di tenda yang dibangun di halaman RSUD Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Sejumlah arahan diberikan Jokowi agar penanganan pascagempa dapat berjalan dengan baik dan segera memulihkan perekonomian wilayah setempat.

Jokowi mengatakan data-data terkait kerusakan rumah milik warga saat ini sangat dibutuhkan untuk memudahkan pemerintah pusat mendistribusikan bantuan yang akan diberikan kepada tiap kepala keluarga. Bagi warga yang rumahnya rusak berat, pemerintah telah menetapkan akan memberikan bantuan Rp 50 juta.

Arahan kedua, Jokowi memerintahkan agar bantuan bagi warga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat diserahkan mulai Selasa (14/8) besok. Jokowi menargetkan seribu kepala keluarga telah mendapatkan bantuan esok hari.

“Dimulai besok pagi akan segera kita serahkan bantuan untuk rumah yang rusak berat. Saya harapkan besok paling tidak minimal bisa seribu diserahkan. Kemudian setelah itu penyerahan bantuan untuk perbaikan rumah lainnya segera dilaksanakan terus,” katanya.

Arahan ketiga, Jokowi ingin agar aktivitas perekonomian di daerah terdampak gempa dapat segera dipulihkan. Dalam instruksinya, Jokowi meminta jajarannya turut memprioritaskan perbaikan fasilitas-fasilitas penunjang perekonomian.

“Untuk fasilitas-fasilitas umum yang berkaitan dengan ekonomi, misalnya pasar, agar ini didahulukan. Terutama pasar-pasar yang rusaknya ringan agar segera diperbaiki dan masyarakat didorong untuk beraktivitas ekonomi kembali,” katanya.
Arahan keempat, Jokowi ingin warga setempat diberi edukasi mengenai pembangunan rumah yang tahan gempa untuk meminimalkan kerusakan yang terjadi jika bencana tersebut kembali melanda di kemudian hari.

“Harus kita mulai sejak saat ini pembangunan rumah harus dengan konstruksi Risha (Rumah Instan Sederhana Sehat). Konstruksi Risha ini nanti akan dikawal oleh Kementerian PU sehingga betul-betul rumah yang ada sebanyak yang tadi sudah disebutkan betul-betul rumah yang tahan gempa,” katanya.

Arahan terakhir, Jokowi menginstruksikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat turut membenahi fasilitas-fasilitas pendidikan dan kesehatan yang rusak maupun hancur karena gempa.

“Yang kelima, saya minta Kementerian PU untuk fasilitas umum yang berkaitan dengan kesehatan dan pendidikan satu per satu dimulai. Jangan sampai terlalu lama tidak disentuh sehingga anak-anak kita nanti tidak bisa belajar dan kegiatan belajar-mengajar di sekolah juga kita harapkan bisa pulih kembali,” tandasnya.

Untuk diketahui, rapat terbatas tersebut dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Marsekal Madya M Syaugi, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei.

You might also like
  1. Gambul says

    Thanks for informations

  2. vioglichfu.7m.pl

    viagra vs cialis vs levitra http://vioglichfu.7m.pl/

    Superb posts. Thanks a lot.

  3. 2019 Tetap Jokowi says

    Mantap pak jokowi

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
Shares