Even
 
Starting Day MIM, Menemukan Pancasila di Al Zaytun - 2

Pilih Hari, 02 Juni 2011 - 13:33:01 WIB Penulis : Mahar Prastowo
Dibaca: 1777 kali
Syeikh Panji Gumilang bersama WNI Pengusaha asal Taiwan, Aliang alias Lukman Zaytun

GENERASIINDONESIA-Usai pembacaan manifesto Masyarakat Indonesia Membangun, orasi diberikan oleh Ketua Umum MIM, Syaikh A.S Panji Gumilang dengan penuh semangat. Berseragam hijau dan berkacamata hitam, Syaikh A.S Panji Gumilang menekankan tentang salah satu bukti tercapainya masyarakat Indonesia membangun adalah terwujudnya karakter luhur bangsa sebagaimana diajarkan dalam Pancasila.

Begitu selesai acara seremonial peringatan Hari Pancasila 1 Juni dan starting day Masyarakat Indonesia Membangun, Generasi Indonesia diajak Syaikh berkeliling kampus Al Zaytun yang asri, dan berakhir dengan ramah tamah sambil makan siang di Masyikhah yang merupakan kediaman Syaikh).
 
Syaikh Panji Gumilang dalam suasana santai masih saja tak bosan-bosannya bercerita mulai dari sejarah perkembangan Islam dan peran para ulama China di pesisir jawa bagian utara hingga tentang makna nilai-nilai dasar Negara, Pancasila.
 
“Nilai-nilai dasar negara Indonesia, itu merupakan ajaran Ilahi, yang dapat berlaku untuk semua rakyat dan bangsa Indonesia. Nilai-nilai dasar negara ini merupakan ideologi modern, untuk masyarakat majemuk yang modern, yakni masyarakat Indonesia,” ujar Syaikh.
 
Nilai dasar sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, adalah suatu pemahaman substansi nilai-nilai dasar negara dan menjadi hak dan kewajiban setiap warga negara. Konsekuensinya, adalah mewujudkan masyarakat yang berketuhanan. “Negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa itu adalah negara yang menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduknya untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing.”
 
Dari sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, memiliki hubungan erat dengan sila pertama. “Kemanusiaan, sangat erat hubungannya dengan ketuhanan. Ajaran Illahi menjadi tidak dapat diimplementasikan jika tidak wujud dalam sikap kemanusiaan yang hakiki.” Ujar Syaikh sembari menjelaskan bahwa sila kedua ini sebagai sebuah semangat dan kegigihan  agar manusia kembali ke pangkal jalan dan membangun kembali revolusi bathiniah, mendisiplinkan diri dengan baik untuk menemukan kendali dan penguasaan diri.
 
“Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah suatu kemampuan untuk menyeimbangkan antara kemakmuran lahiriyah dengan kehidupan ruhaniyah,” tegasnya.
 
Pada sila ketiga, Persatuan Indonesia, ialah suatu landasan hidup bangsa atau sistem, yang selalu mementingkan silaturahim, kesetiakawanan, kesetiaan, dan keberanian. Katanya, “kehadiran Indonesia dan bangsanya di muka bumi ini bukan untuk bersengketa. Indonesia wujud dan hidup untuk mewujudkan kasih sayang sesama bangsa maupun antarbangsa.”
 
“Sila ke-4 Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, itu merupakan landasan yang harus mampu menghantar kepada prinsip-prinsip republikanisme, populisme, rasionalisme, demokratisme, dan reformisme yang diperteguh oleh semangat keterbukaan, dan usaha ke arah kerakyatan universal,” ujar pengembang padi bibit unggul toshihikari ini.
 
Mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sila ke-5,  adalah merupakan tujuan dari cita-cita bernegara dan berbangsa, menyangkut keilmuan, keikhlasan pemikiran, kelapangan hati, peradaban, kesejahteraan keluarga, keadilan masyarakat dan kedamaian. 
 
Terlepas dari isu yang dihembuskan pihak-pihak tertentu dengan menjadikan Al Zaytun sebagai pemantik dengan meletakkan berhadap-hadapan saling berseberangan dengan Pancasila untuk memuluskan RUU Intelijen menjadi UU, maupun pihak-pihak yang sedang menyusun “proposal” dana intelijen asing. Perbincangan dengan Syaikh Al Zaitun memberi kesan tersendiri, apalagi begitu fasih bicara pancasila dan nasionalisme, serasa jauh dari kesan ingin mendirikan Negara Islam Indonesia seperti santer terdengar di luar pagar Al Zaytun.
Share/Bookmark
  Artikel Terkait
  Artikel Even Lainnya
26 Generasi Indonesia Pemenang WMM 2011 dan MYTA 2011
Dewi Sandra Terinspirasi Pemenang E & Y Award 2011
BNI Meraih Predikat Best Of The Best BUMN 2011
Sejarah Peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia (2)
BPOM Umumkan 22 Produk Kopi Berbahaya
Kasus HIV/AIDS Tahun 2011 Menurun
Sejarah Peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia (1)
Wapres Boediono : Mantapkan Niat Penanggulangan HIV/AIDS
Lindungi Pekerja Dan Dunia Usaha Dari HIV/AIDS
David Beckham : Saya Kesini Untuk Menang!
8 tips sederhana miliki kulit sehat bersama Olay
Gratis Tukarkan Krim Pelembab dengan Olay Total Effect 50 gram
Diklat Citizen Reporter oleh PPWI DKI Jakarta
IFW2012-LANGKAH SEIRAMA MENDOBRAK PASAR GLOBAL
IFW2012 Lahirkan Maestro Fashion Masadepan
Kemendag Rancang Program Pendampingan Waralaba Nasional 2012
Emerson Network Power Asia tunjuk Paul Churchill sebagai VP Services and Projects
Perempuan Bisa Cegah Korupsi dan Suap
HUT PWI, Bank Mandiri Dukung Uji Kompetensi Wartawan
Belanja gadget di Multiply berhadiah nonton F1 di Sepang
Unilever kembangkan kapasitas bisnis sambil kurangi dampak negatif lingkungan
Selengkapnya >
  Komentar
 
Harjans Suharjan
  05 Juni 2011 - 08:47:40 WIB
Pejabat, Politisi, & generasi muda Indonesia sebaiknya memang perlu belajar banyak kepada Al Zaytun & Syaikh Panji Gumilang.

Sebagai generasi muda kita perlu belajar bagaimana cara mengelola emosi dan kepribadian, cara mengelola organisasi dan cara penerapan disiplin diri. Syaikh Panji Gumilang sudah banyak memberikan teladan yang sangat positif bagi kita semua, ditengah banyaknya hujatan yang beliau terima, tetapi beliau memberikan jawaban dalam bentuk kerja nyata bukan jawaban yang argumentatif.

Sukses untuk kita semua.
Damun Binaro
  08 Juni 2011 - 13:46:48 WIB
Berbuat untuk kebaikan universal tentu banyak tantangan & hambatan itulah ujian yg harus dijawab dengan benar & bijak. Banyak tokoh yg tdk bisa berkarya mereka justru pandai mengkritik & menghujat. Maka manusia yg mulia adalah manusia yg berkarya nyata meskipun dihujat sana-sini. Maju terus Al-zaytun bangun negara "Indonesia harus Kuat"
pahrul roji
  01 Februari 2012 - 21:49:26 WIB
syaikh alzaytun yang saya cinta dan kagumi, banyak hal yang dapat dijadikan pelajaran dalam berkarya nyata yang syaikh lakukan... saya sangat bangga dan hormat dengan karya syaikh saat ini dan setrusnya sebagai sumber inspirasi buat kemjuan bangsa dan negara kita.. Indonesia harus kuat... Syaikh pasti bisa memimpin indonesia.. Allah telah memberikan tanda tanda kekuasaannya untuk menjadikan syakh sebagai pemimpin..amin
Nama :
E-Mail :
Komentar   
 
  (Masukkan 6 kode diatas)

 
 
  Terkini  
  Populer  
  Agenda Kegiatan
Indonesia Fashion Week 2012
Mega Bazaar Computer (MBC) Medan
Diklat Citizen Journalist (Pewarta Warga)
Pameran Otomotif Medan (POM)
Pameran & Bazaar 100% CINTA INDONESIA
Feed The World 2012
Trend Property Expo 2012
Grand Wedding Expo ke-17
 
     
Kontak Kami | Tentang kami | Redaksi
Even | Tren | Fesyen | Otomotif | Teknologi | Olahraga | Resensi | Film | Musik | Buku | Galeri | Inspirasi