Even
 
Starting Day MIM, Menemukan Pancasila di Al Zaytun - 1

Kamis, 02 Juni 2011 - 13:27:54 WIB Penulis : Mahar Prastowo
Dibaca: 4403 kali
Pembacaan Manifesto Masyarakat Indonesia Membangun

GENERASIINDONESIA-Bersamaan dengan peringatan Pidato Bung Karno tanggal 1 Juni 1945 ketika menyampaikan rumusan dasar Negara di depan sidang BPUPK, pada 1 Juni 2011 Lembaga Pendidikan Modern Al Zaytun mendeklarasikan starting day Masyarakat Indonesia Membangun disingkat MIM. Dalam deklarasi starting day ormas  tersebut, Menteri Agama, Gubernur Jawa Barat, Kepala BIN serta Kapolri yang sedianya hadir, diwakilkan oleh deputi di jajaran masing-masing.

Menteri Agama misalnya, diwakili Direktorat Jenderal Pondok Pesantren, Dr. H. Chaerul Fuad. Dalam sambutannya, memberikan apresiasi atas peringatan Hari Lahir Pancasila dan deklarasi MIM. 
 
“Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi penting karena merupakan lahirnya falsafah hidup bangsa. Dan Pancasila adalah pijakan untuk mencapai tujuan dimana didalamnya terdapat nilai-nilai dasar yang harus diimplementasikan demi mencapai keadilan dan kemakmuran,” tegas Chaerul Fuad ditengah sambutannya mewakili Menteri Agama.
 
Chaerul mencontohkan Uni Sovyet, akhirnya pecah karena tidak memiliki landasan dasar ideologis yang dapat mempersatukan pluralitas. Sebagai alat pemersatu, Pancasila telah berhasil mempersatukan pluralitas bangsa Indonesia sehingga tercipta harmoni social. “Maka tak perlu lagi diperdebatkan apakah Pancasila harus direvisi atau bahkan diganti,” ujarnya.
 
Menanggapi isu yang mengatakan bahwa Al Zaytun menjadi pusat gerakan NII KWK-IX, Chaerul Fuad enggan menjawab, justru mengembalikan pada persoalan dideklarasikannya MIM. “Dari organisasi MIM, kita bisa melihat bahwa ormas ini meletakkan dasar ideologi Pancasila dan keinginan mewujudkan demokratisasi ekonomi. Jadi kita lihat saja implementasinya agar tidak hanya tertuang dalam tulisan sebagai visi organisasi.” Tegasnya.
 
Sejauh pengamatan kementerian Agama, Ma’had Al Zaytun sebagai penyelenggara pendidikan modern yang mengembangkan budaya toleransi dan perdamaian ini, telah menjalankan tiga fungsi dalam hubungan kerja sebagai lembaga pendidikan dibawah Dirjen Pondok Pesantren Kementerian Agama dengan menjadi motivator, mobilisator dan aktor.
 
“Saya pribadi mengapresiasi apa yang menjadi visi MIM dengan meletakkan dasar ideology pancasila dan demokratisasi ekonomi meski itu baru statemen, semoga jadi program konkret. Ini ucapan saya, ya. Bukan ucapan Menteri,” kata Chaerul setengah tergelak. 
 
Dengan iringan Mars dan hymne MIM, Abdul Halim, Sekjen MIM membacakan manifesto MIM yang isinya merupakan 9 tujuan atau amanat proklamasi  kemerdekan Indonesia merdeka yaitu  (1) Membangun untuk bersatu; (2) Membangun untuk berdaulat; (3) Membangun untuk adil dan makmur; (4) Membangun untuk memajukan kesejahteraan umum; (5) Membangun untuk mencerdaskan kehidupan bangsa; (6) Membangun untuk mewujudkan ketertiban dunia; (7) Membangun untuk perdamaian abadi; (8) Membangun untuk keadilan sosial; dan (9) Membangun untuk mempertahankan kedaulatan rakyat.
 
Ke-9 tujuan merdeka diatas, juga dijadikan mars MIM yang bunyinya sebagaimana dibawah ini.
 
Merdeka, merdeka, merdeka
Merdeka untuk membangun
Masyarakat Indonesia Membangun
Membangun untuk bersatu
Masyarakat Berdaulat adil dan makmur
Memajukan kesejahteraan umum
Mencerdaskan kehidupan bangsa
Mewujudkan kerertiban dunia
Perdamaian abadi, keadilan sosial
Mempertahankan kedaulatan rakyat
 
Reff :
Masyarakat Indonesia Membangun
Tuju cita cita kemerdekaan
Masyarakat Indonesia Membangun
Menjunjung panji panji nasional
Menjunjung hak azasi manusia
Penyebar toleransi dan damai.
Share/Bookmark
  Artikel Terkait
  Artikel Even Lainnya
26 Generasi Indonesia Pemenang WMM 2011 dan MYTA 2011
Dewi Sandra Terinspirasi Pemenang E & Y Award 2011
BNI Meraih Predikat Best Of The Best BUMN 2011
Sejarah Peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia (2)
BPOM Umumkan 22 Produk Kopi Berbahaya
Kasus HIV/AIDS Tahun 2011 Menurun
Sejarah Peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia (1)
Wapres Boediono : Mantapkan Niat Penanggulangan HIV/AIDS
Lindungi Pekerja Dan Dunia Usaha Dari HIV/AIDS
David Beckham : Saya Kesini Untuk Menang!
Bandung Tuan Rumah Babak Kualifikasi Lokal Aqua DNC 2012
Axa Mandiri Garap Segmen UMKM
Perayaan Tri Suci Waisak Nasional, Presiden Ajak Berbangsa Tanpa Kebencian dan Kekerasan
Ancaman Kebebasan Pers Meningkat, Kesejahteraan Buruh Media Memprihatinkan
Made in Indonesia Expo Dukung Eksistensi Produk Dalam Negeri
Inilah Selengkapnya Program Pameran Jelajahi Dunia Astra 2012 di TMII
Kantor Baru Citilink Diresmikan Dalam Kombinasi Warna Hijau
Terpanggil Berkontribusi Terhadap Masyarakat Indonesia Lewat Program CSR
Gaet Wisatawan Arab Saudi, Indonesia Gelar Pameran Wisata di Jeddah
Jualan Kacang di Kampoeng Garuda Ting-Ting Berhadiah Modal Usaha
Indonesia Tuan Rumah Festival Kembang Api Internasional 2012
Selengkapnya >
  Komentar
 
Haziq
  14 Juli 2011 - 14:43:53 WIB
Good, but not sure. Ga usah terlalu sok nasionalis agamis. UDAH BASI!
rohmad
  11 Oktober 2011 - 04:24:12 WIB
MIM bangun dari diri dan keluargamu dulu, kalau diri sudah bagus, keluarga bagus baru asyarakat bagus.
Raziel
  27 Oktober 2011 - 04:41:42 WIB
Iya, saya setuju dengan komentar pak Rohmad.
intuk
  09 Desember 2011 - 06:19:47 WIB
Selamat pagi pak admin, saya ijin menyimak tulisan-tulisannya hehe..
obat keputihan
  24 Januari 2012 - 20:32:48 WIB
infonya bagus bgt, thanks udah berbagi
Nama :
E-Mail :
Komentar   
 
  (Masukkan 6 kode diatas)

 
 
  Terkini  
  Populer  
  Agenda Kegiatan
Made in Indonesia Expo & Conference 2012
INAMARINE 2012 and INACOATING 2012
Jelajahi Dunia Astra Berbagi Bersama Bangsa
ICT EXPO Indonesia 2012
Jakarta International Jewellery Fair (JIJF) 2012
Indonesia Ethnic Heritage Expo & Bazaar
Festival Kuliner Unik Nusantara Kampoeng Djawa Djaman Doeloe
International Furniture Expo 2012
 
     
Kontak Kami | Tentang kami | Redaksi
Event | Trend | Fashion | Otomotif | Teknologi | Olahraga | Resensi | Film | Musik | Buku | Galeri | Inspirasi